Menu

Menu Tambahan Tioss

Tampilkan postingan dengan label Tip dan Trik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tip dan Trik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Oktober 2012

Tips Memilih Kamera Digital Pocket


Pembuatan artikel ini dilatarbelakangi oleh seringnya saya mendapat pertanyaan dari teman / family, yang intinya seperti ini : “Pengen beli kamera digital pocket, kira-kira yang bagus apa ya..?”

Biasanya saya menanyakan : “Budgetnya berapa ?”

Setelah mendapatkan kisaran bugdetnya, barulah saya memberikan saran merk & tipe dengan kualitas yang sepadan dengan harganya.

Tapi pada umumnya yang dapat dijadikan bahan pertimbangan antara lain :

  1. Berapa Megapixel ?
Besaran Megapixel (Mp) bukanlah faktor utama penentu kualitas gambar, tapi hanyalah besaran bidang gambar terbesar yang mampu dihasilkan kamera tersebut.
Berapa besar sih ukuran yang akan sering kita cetak ? kalau maksimal hanya 10R (25 cm X 30 cm),  5 Mp pun sebenarnya sudah memadai (mungkin produk baru saat ini tidak ada lagi yang masih 5 Mp), jadi tidak usah terlalu terfokus pada besaran MP tertinggi saat ini.

  1. Zoom Optical & Zoom Digital
Apa perbedaan Zoom Digital dengan Zoom Optical ?
Zoom Digital merupakan pembesaran gambar secara software yang telah tertanam pada kamera.
Zoom Optical merupakan kombinasi pergerakan jarak beberapa lensa terhadap sensor gambar di dalam kamera.
Dengan demikian, kualitas gambar dari Zoom Digital akan sangat menurun drastis.
Jadi jangan tergiur dengan Zoom (Digital) yang besar, atau kamera yang hanya memiliki Zoom Digital saja.


  1. Video (Fps, HD)
1.      Fps  : Frame per Second, artinya berapa gambar yg dihasilkan oleh video dalam 1 detik.
Untuk menghasilkan gambar video yang berjalan mulus – tidak putus-putus diperlukan 30 Fps (30 Frame / gambar dalam 1 detik). Memang saat ini banyak sekali kamera pocket yang mampu menghasilkan video dengan Fps sampai dengan 60 Fps. Hal ini akan menguntungkan kita bila akan mengolah video tersebut menggunakan efek slow motion, gambar akan tetap berjalan secara mulus. Tapi apakah keperluan kita sampai seperti itu ? Anda sendiri yang tau persis kebutuhan terhadap hal ini.

2.      HD : High Definition. Hampir sama dengan besaran Mp. HD adalah hanya besaran bidang gambar pada file video yang dihasilkan.

Sebagai perbandingan :
a.       Yang biasa disebut sebagai ukuran VGA adalah 640 X 480
b.      ukuran 720 X 576 adalah standard pada DVD Video
c.       ukuran HD adalah 1280 X 720.

Kalau anda memang menginginkan bidang video yang besar sehingga cukup nyaman dilihat ketika  akan diolah menjadi DVD, okelah…ini bisa jadi bahan pertimbangan

Tapi soal kemampuan dalam menangani kelebihan cahaya (ketika di tempat terik) atau kekurangan cahaya (ketika di tempat temaram) sama sekali tidak terkait oleh standard-standard ukuran tersebut.


  1. Tipe Battere yang dipergunakan

Untuk hal yang satu ini, agak-agak subyektif. Bagi saya pribadi. Saya lebih menyukai yang menggunakan battere AA (Alkaline / Rechargeable). Dibandingkan dengan battere Lithium yang umumnya  berbentuk kotak.

Petimbangannya antara lain :
1.      Pada saat kita mendadak harus segera memotret dengan kondisi battere yang hampir habis. Kita dapat membeli battere AA tipe Alkaline yang sudah sangat mudah ditemui di warung kelontong sekalipun
2.      Harga Battere ukuran AA Rechargeable relatif lebih murah dibandingkan dengan battere lithium tipe khusus u/ kamera yg kita inginkan.

Pertimbangan-pertimbangan lain tentunya adalah yang sifatnya lebih subyektif, seperti : Merk (yang berimbas positif pada kualitas layanan purna jualnya), desain, ergonomis atau tidak, dan..pastinya yang utama adalah “Harga”J

Semoga tips singkat ini, mempermudah dalam menentukan pilihan Kamera Digital pocket yang sesuai dengan kebutuhan kita.





S. Tioss H

Tips Memilih Charger untuk batere ukuran AA / AAA tipe Ni-MH dan Ni-Cd


Tidak dapat dipungkiri, sebagai photographer, kebutuhan kita terhadap battere sangatlah besar. Baik battere untuk body kamera atau battere untuk berbagai macam aksesoris yang kita miliki (flash, trigger, dll)
           
            Di artikel singkat ini saya hanya akan mempersempit uraian pada battere jenis AA dan AAA berikut chargernya.

Ada beragam merk dan spesifikasi Charger batere untuk NI-MH dan Ni-Cd yang beredar di pasaran dengan feature yg beragam. Hal ini mungkin ini akan membingungkan kita dalam menentukan, mana yang cocok bagi kita

Berikut ini saya coba simpulkan beberapa kriteria yang dapat kita jadikan acuan, antara lain :

Untuk Batere :

  1. Pilihlah battere yang dischargenya minimal
Proses Discharge adalah proses penyusutan daya setelah battere tersebut selesai dilepas dari chargernya dan disimpan. Battere merk terkemuka saat ini sanggup menahan proses penyusutan hingga hanya berkurang sekitar 10% - 20% dalam 1 bulan.

  1. Besaran Daya
Biasanya ditulis dalam satuan mAh. Saat artikel ini ditulis, yang terbesar adalah 2700 mAh, makin besar angkanya, makin besar pula powernya

  1. Jangan mengambil resiko dengan membeli yang tidak terkenal. Untuk menghindari resiko besarnya discharge dan daya yg tidak sesuai dengan yg tertulis di labelnya.

Sedangkan kriteria untuk Chargernya antara lain adalah :

  1. Kecepatan Charge
Saat ini, kecepatan tertinggi yang beredar di pasaran adalah 1 jam untuk Batere Rechargeable dengan ampere 2700 mAh.
Kecepatan ini cukup memadai. Batere yang kita charge akan siap dipergunakan kembali sebelum batere yang kita pergunakan saat itu habis.

  1. Single Circuit
Artinya, satu batere ditangani oleh satu sirkuit / komponen. Charger batere murahan yang berharga hanya beberapa puluh ribu pada umumnya tidak memiliki fasilitas ini. 4 batere dilayani oleh hanya 2 atau bahkan 1 sirkuit saja.
Dengan Single Circuit, kita bisa me-charge saja satu batere saja. Sedangkan yang low end, minimal 2 batere sekali charge.

  1. Auto Cut Off
Bila power sudah penuh, otomatis alat tersebut akan memutuskan arus, jadi secara otomatis pula proses charging berhenti. Hal ini akan menghindari kita dari overcharge.


  1. Fasilitas Refresh
Adalah fasilitas untuk mengosongkan isi power dalam batere, lalu setelah itu mengisinya kembali. Fasilitas ini tidak harus dipergunakan terlalu sering, namun cukup membantu agar batere kita tetap dapat bekerja maksimal. dan masa pakainya lebih lama.

kalau ingin tau merk dan tipe apa saja yang memiliki fasilitas ini, silahkan tanya ke mbah google... :)

Semoga Bermanfaat
Tioss

Memilih Kamera DSLR Untuk Pemula (Tanpa Pertimbangan Teknis)



Mas, minta sarannya dong, untuk pemula seperti saya cocoknya pake kamera tipe apa dan merk apa ya ?

Saya dan teman-teman fotografer sepertinya sering kali mendapatkan pertanyaan seperti ini.  Saya mencoba memberikan uraian singkat dan tidak ada unsur-unsur teknis agar mudah dipahami bagi seorang yang awam mengenai fotografi sekalipun.
Saya dan teman-teman fotografer sepertinya sering kali mendapatkan pertanyaan seperti ini.  Saya mencoba memberikan uraian singkat dan tidak ada unsur-unsur teknis agar mudah dipahami bagi seorang yang awam mengenai fotografi sekalipun.
Paling tidak, ada 4 hal yang dapat dijadikan dasar pertimbangan, yaitu :
1.       Sesuaikan Budget
Berapa dana yang anda anggarkan ? sepertinya ini menjadi pertimbangan pertama dalam menentukan pilihan.
Kalau memiliki dana yang sangat  besar, tidak ada salahnya memilih satu set (istilah umumnya “KIT”) yang berharga belasan, puluhan bahkan ratusan juta.
Tapi, bila dananya sangat terbatas, jangan berkecil hati untuk membeli Kamera di jajaran yang paling murah.
2.       Pemilihan merk
Masing-masing merk memiliki keunggulan dan kekurangan tersendiri. Jika dibahas dalam kaitannya sebagai alasan pemilihan merk apa yang kita beli, Seringkali hanya menambah sulit diri kita sendiri.  
Saran saya, cara termudah untuk menentukan merk apa yang kita pilih adalah : Lihat sekeliling anda, sebagian kawan-kawan anda pake merk apa ? pilih merk yang sama dengan mereka , gampang tukar pinjam lensa dan aksesoris pendukungnya.
3.       Lensa dan aksesoris pendukung.
Selain Lensa Kit yang merupakan bawaan dari pembelian kamera, maka lensa tambahannya yang paling cocok bila dana anda sangat terbatas adalah Lensa Fix 50. Lensa fix jenis inilah yang saat ini jadi seperti “Lensa Sejuta Umat”, karena harganya yang relative murah namun hasilnya sangat memuaskan.
4.       Masih Ada Sisa Dana Lebih ?
Setelah merk dan tipe sudah ditentukan, tapi ternyata masih ada dana lebih, maka Eksternal Flash /Speedlite, Tripod, remote shutter bisa jadi pertimbangan untuk anda beli.


Salam
  S. Tioss H.

Apa susahnya sih membackup data ?



“Waduh Hardisk Eksternal saya sudah penuh, harus beli lagi nih, udah nggak muat untuk menyimpan data

“Harddisk ku jebol, hilanglah sudah data-data pekerjaan selama sekian tahun”

“Bingung nih, mesti buang data-data yang mana, biar punya free space lagi di Harddisk…”

Kalimat-kalimat semacam ini sering kali saya dengar. Padahal mereka yang mengeluhkan kejadian yang mereka alami, mengetahui apa itu “Backup Data.”

            Alasan yang mereka ungkapkan ketika saya menanyakan kenapa data-datanya tidak dibackup di media penyimpanan lain, misalnya CD / DVD pada umumnya adalah :

“waduh, dengan data sebesar ini, banyak sekali DVD yang perlu saya sediakan…”

“Males ah, ngebackup-nya, nambah-nambahin kerjaan aja.”

Karena ini adalah dunia kerja saya adalah fotografi, maka konteksnya dalam hal ini adalah backup data-data photo.

Sebenarnya kendala-kendala tersebut bisa disiasati dengan mudah dan murah, dengan cara antara lain :

  1. Backup data yg murah namun relatif awet adalah keping CD / DVD
Dengan menyimpan data-data kita secara terpisah, dan dibagi-bagi dalam kategori tertentu, seumpamanya CD / DVD tersebut mengalami kerusakan, maka hanya sebagian kecil saja data kita yang rusak. Coba bandingkan bila kita menyimpannya dalam satu harddisk besar, lalu kemudian harrdisk tersebut mengalami kerusakan, atau hilang, maka data-data yang hilang tersebut akan jauh lebih banyak
Dan jangan mengambil resiko dengan memilih CD / DVD yang kualitasnya buruk. Selisih harga per keping antara keping CD / DVD yang berkualitas buruk dengan yang berkualitas baik / sangat baik tidak terlalu jauh.

  1. Biasakan membackup secara periodik atau berdasarkan kategori tertentu
Karena ini adalah forum fotografi, maka ilustrasinya adalah file-file photo.
            Saya biasa mengelompokkannya antara lain menjadi :
a.       Backup Job Photo
b.      Backup Photo Pribadi / Keluarga
c.       Backup Photo Hunting
d.      dll

  1. Lakukan hal tersebut secara bertahap, sedikit demi sedikit, agar tidak terasa berat
Bila memang data-data anda terlanjur banyak di harddisk, lakukan saja backup secara bertahap, sedikit demi sedikit.


  1. Tambahkan Sticker transparan
Agar kemampuan menyimpannya dapat lebih lama, maka alangkah baiknya bila kita menempelkan Sticker transparan berbentuk lingkaran CD di bagian atas keping CD / DVD tersebut. Sticker ini dapat dengan mudah ditemui di toko yg menjual CD / DVD kosong.

  1. Wadah Penyimpanan CD / DVD yang paling baik adalah spindle
Spindle adalah wadah keping CD / DVD yang berbentuk silinder, bila kita membeli keping ini dalam jumlah 50 atau 100 pc, maka kita akan mendapatkan wadah ini. Atau di toko-toko alat tulis kantor, kita bisa membeli wadah ini secara terpisah.
Pernyataan saya ini memang tidak berdasarkan penelitian tertentu, tapi semata-mata hanya berdasarkan pengalaman saya pribadi. Sebagai contoh, dengan menyimpan di spindle, backup data saya dari sekitar 7 – 8 tahun lalu masih bisa dibaca tanpa ada error sedikitpun.


Demikian artikel sederhana ini, semoga dapat memberikan manfaat

Salam