Menu

Menu Tambahan Tioss

Senin, 08 Oktober 2012

Pemulung


Ada terselip rasa malu dalam hati melihat bapak tua ini, tidak memilih-milih, tidak merasa gengsi dalam mencari nafkah bagi anak istrinya....

Ada terselip pula rasa kagum, dia tetap gesit dan semangat bekerja di usia senjanya..

"Umur saya 80 tahun-an.." begitu dia berkata dengan penuh semangat dan tertawa sambil terus bekerja sambil bekerja mondar mandir, memungut kardus, botol dan gelas bekas air mineral serta sampah apa saja yang bisa dikumpulkan untuk kemudian dijual kembali.....







































Bayangkan seperti apa lingkungan kita...bila tidak ada orang-orang yang memiliki pekerjaan seperti mereka...


S. Tioss H

Badut TMII (Sebuah Renungan)


BERSAING....

Saat mengenakan pakaian badut lengkap...
Gerah...pengap....berat......
Ditambah dengan penuh sesaknya pengunjung TMII saat itu....
Mereka sebenarnya berkompetisi, menarik perhatian pengunjung agar mau berphoto bersama...
lalu menyelipkan sedikit uang di saku kostum badut mereka...



















BERBAGI REJEKI......

Tapi ketika istirahat sejenak...
mereka tetap berteman,
dan tetap mau berbagi sedikit rejeki yang dimiliki...























Mampukah kita seperti mereka berdua...
Bersaing tapi tetap berbagi rejeki.... ?

S. Tioss H



Photographer Senior


Membuat DIY Light BOX


Dalam konteks fotografi, bisa diartikan Light box adalah kotak dengan bentuk tertentu yang dapat mempermudah kita untuk melakukan pemotretan benda-benda tertentu           

Ada beragam bentuk dan ukuran yang dapat kita temui di pasaran, yang dapat kita sesuaikan dengan anggaran dan kebutuhan kita. Namun bila kita tidak memiliki dana yang cukup. Kita bisa membuatnya sendiri dengan mudah dan dengan biaya yang sangat terjangkau.


Bahan-bahan yang diperlukan adalah :
1.       Box Karton (ukurannya bebas tergantung benda terbesar yg ingin diphoto)




2.       Lembaran kain putih / kertas karton / kertas kalkir
3.       Double Tape






Tahap Pembuatan :

1.       Rekatkan sudut-sudut dus dengan lakban, seperti gambar di bawah ini :





2.       Membuat kerangka, 
       Lubangi kardus, hingga berbentuk seperti ini :




3.       Lapisi setiap sudut di bagian dalamnya dengan kertas / kain berwarna putih.
      Kecuali bagian belakang dalam.
      Hal ini bertujuan agar cahaya dapat  menyebar secara lebih merata










  
Hasil akhir dan Contoh menggunakan Homemade Light Box












Sebagai Bahan Perbandingan, ini salah satu contoh menggunakan light box / light tent pabrikan :



  



Demikian artikel sederhana ini, semoga bisa menjadi salah satu sumber inspirasi.

Salam
S. Tioss H

Jumat, 05 Oktober 2012

Tips Memilih Kamera Digital Pocket


Pembuatan artikel ini dilatarbelakangi oleh seringnya saya mendapat pertanyaan dari teman / family, yang intinya seperti ini : “Pengen beli kamera digital pocket, kira-kira yang bagus apa ya..?”

Biasanya saya menanyakan : “Budgetnya berapa ?”

Setelah mendapatkan kisaran bugdetnya, barulah saya memberikan saran merk & tipe dengan kualitas yang sepadan dengan harganya.

Tapi pada umumnya yang dapat dijadikan bahan pertimbangan antara lain :

  1. Berapa Megapixel ?
Besaran Megapixel (Mp) bukanlah faktor utama penentu kualitas gambar, tapi hanyalah besaran bidang gambar terbesar yang mampu dihasilkan kamera tersebut.
Berapa besar sih ukuran yang akan sering kita cetak ? kalau maksimal hanya 10R (25 cm X 30 cm),  5 Mp pun sebenarnya sudah memadai (mungkin produk baru saat ini tidak ada lagi yang masih 5 Mp), jadi tidak usah terlalu terfokus pada besaran MP tertinggi saat ini.

  1. Zoom Optical & Zoom Digital
Apa perbedaan Zoom Digital dengan Zoom Optical ?
Zoom Digital merupakan pembesaran gambar secara software yang telah tertanam pada kamera.
Zoom Optical merupakan kombinasi pergerakan jarak beberapa lensa terhadap sensor gambar di dalam kamera.
Dengan demikian, kualitas gambar dari Zoom Digital akan sangat menurun drastis.
Jadi jangan tergiur dengan Zoom (Digital) yang besar, atau kamera yang hanya memiliki Zoom Digital saja.


  1. Video (Fps, HD)
1.      Fps  : Frame per Second, artinya berapa gambar yg dihasilkan oleh video dalam 1 detik.
Untuk menghasilkan gambar video yang berjalan mulus – tidak putus-putus diperlukan 30 Fps (30 Frame / gambar dalam 1 detik). Memang saat ini banyak sekali kamera pocket yang mampu menghasilkan video dengan Fps sampai dengan 60 Fps. Hal ini akan menguntungkan kita bila akan mengolah video tersebut menggunakan efek slow motion, gambar akan tetap berjalan secara mulus. Tapi apakah keperluan kita sampai seperti itu ? Anda sendiri yang tau persis kebutuhan terhadap hal ini.

2.      HD : High Definition. Hampir sama dengan besaran Mp. HD adalah hanya besaran bidang gambar pada file video yang dihasilkan.

Sebagai perbandingan :
a.       Yang biasa disebut sebagai ukuran VGA adalah 640 X 480
b.      ukuran 720 X 576 adalah standard pada DVD Video
c.       ukuran HD adalah 1280 X 720.

Kalau anda memang menginginkan bidang video yang besar sehingga cukup nyaman dilihat ketika  akan diolah menjadi DVD, okelah…ini bisa jadi bahan pertimbangan

Tapi soal kemampuan dalam menangani kelebihan cahaya (ketika di tempat terik) atau kekurangan cahaya (ketika di tempat temaram) sama sekali tidak terkait oleh standard-standard ukuran tersebut.


  1. Tipe Battere yang dipergunakan

Untuk hal yang satu ini, agak-agak subyektif. Bagi saya pribadi. Saya lebih menyukai yang menggunakan battere AA (Alkaline / Rechargeable). Dibandingkan dengan battere Lithium yang umumnya  berbentuk kotak.

Petimbangannya antara lain :
1.      Pada saat kita mendadak harus segera memotret dengan kondisi battere yang hampir habis. Kita dapat membeli battere AA tipe Alkaline yang sudah sangat mudah ditemui di warung kelontong sekalipun
2.      Harga Battere ukuran AA Rechargeable relatif lebih murah dibandingkan dengan battere lithium tipe khusus u/ kamera yg kita inginkan.

Pertimbangan-pertimbangan lain tentunya adalah yang sifatnya lebih subyektif, seperti : Merk (yang berimbas positif pada kualitas layanan purna jualnya), desain, ergonomis atau tidak, dan..pastinya yang utama adalah “Harga”J

Semoga tips singkat ini, mempermudah dalam menentukan pilihan Kamera Digital pocket yang sesuai dengan kebutuhan kita.





S. Tioss H

Tips Memilih Charger untuk batere ukuran AA / AAA tipe Ni-MH dan Ni-Cd


Tidak dapat dipungkiri, sebagai photographer, kebutuhan kita terhadap battere sangatlah besar. Baik battere untuk body kamera atau battere untuk berbagai macam aksesoris yang kita miliki (flash, trigger, dll)
           
            Di artikel singkat ini saya hanya akan mempersempit uraian pada battere jenis AA dan AAA berikut chargernya.

Ada beragam merk dan spesifikasi Charger batere untuk NI-MH dan Ni-Cd yang beredar di pasaran dengan feature yg beragam. Hal ini mungkin ini akan membingungkan kita dalam menentukan, mana yang cocok bagi kita

Berikut ini saya coba simpulkan beberapa kriteria yang dapat kita jadikan acuan, antara lain :

Untuk Batere :

  1. Pilihlah battere yang dischargenya minimal
Proses Discharge adalah proses penyusutan daya setelah battere tersebut selesai dilepas dari chargernya dan disimpan. Battere merk terkemuka saat ini sanggup menahan proses penyusutan hingga hanya berkurang sekitar 10% - 20% dalam 1 bulan.

  1. Besaran Daya
Biasanya ditulis dalam satuan mAh. Saat artikel ini ditulis, yang terbesar adalah 2700 mAh, makin besar angkanya, makin besar pula powernya

  1. Jangan mengambil resiko dengan membeli yang tidak terkenal. Untuk menghindari resiko besarnya discharge dan daya yg tidak sesuai dengan yg tertulis di labelnya.

Sedangkan kriteria untuk Chargernya antara lain adalah :

  1. Kecepatan Charge
Saat ini, kecepatan tertinggi yang beredar di pasaran adalah 1 jam untuk Batere Rechargeable dengan ampere 2700 mAh.
Kecepatan ini cukup memadai. Batere yang kita charge akan siap dipergunakan kembali sebelum batere yang kita pergunakan saat itu habis.

  1. Single Circuit
Artinya, satu batere ditangani oleh satu sirkuit / komponen. Charger batere murahan yang berharga hanya beberapa puluh ribu pada umumnya tidak memiliki fasilitas ini. 4 batere dilayani oleh hanya 2 atau bahkan 1 sirkuit saja.
Dengan Single Circuit, kita bisa me-charge saja satu batere saja. Sedangkan yang low end, minimal 2 batere sekali charge.

  1. Auto Cut Off
Bila power sudah penuh, otomatis alat tersebut akan memutuskan arus, jadi secara otomatis pula proses charging berhenti. Hal ini akan menghindari kita dari overcharge.


  1. Fasilitas Refresh
Adalah fasilitas untuk mengosongkan isi power dalam batere, lalu setelah itu mengisinya kembali. Fasilitas ini tidak harus dipergunakan terlalu sering, namun cukup membantu agar batere kita tetap dapat bekerja maksimal. dan masa pakainya lebih lama.

kalau ingin tau merk dan tipe apa saja yang memiliki fasilitas ini, silahkan tanya ke mbah google... :)

Semoga Bermanfaat
Tioss

Memilih Kamera DSLR Untuk Pemula (Tanpa Pertimbangan Teknis)



Mas, minta sarannya dong, untuk pemula seperti saya cocoknya pake kamera tipe apa dan merk apa ya ?

Saya dan teman-teman fotografer sepertinya sering kali mendapatkan pertanyaan seperti ini.  Saya mencoba memberikan uraian singkat dan tidak ada unsur-unsur teknis agar mudah dipahami bagi seorang yang awam mengenai fotografi sekalipun.
Saya dan teman-teman fotografer sepertinya sering kali mendapatkan pertanyaan seperti ini.  Saya mencoba memberikan uraian singkat dan tidak ada unsur-unsur teknis agar mudah dipahami bagi seorang yang awam mengenai fotografi sekalipun.
Paling tidak, ada 4 hal yang dapat dijadikan dasar pertimbangan, yaitu :
1.       Sesuaikan Budget
Berapa dana yang anda anggarkan ? sepertinya ini menjadi pertimbangan pertama dalam menentukan pilihan.
Kalau memiliki dana yang sangat  besar, tidak ada salahnya memilih satu set (istilah umumnya “KIT”) yang berharga belasan, puluhan bahkan ratusan juta.
Tapi, bila dananya sangat terbatas, jangan berkecil hati untuk membeli Kamera di jajaran yang paling murah.
2.       Pemilihan merk
Masing-masing merk memiliki keunggulan dan kekurangan tersendiri. Jika dibahas dalam kaitannya sebagai alasan pemilihan merk apa yang kita beli, Seringkali hanya menambah sulit diri kita sendiri.  
Saran saya, cara termudah untuk menentukan merk apa yang kita pilih adalah : Lihat sekeliling anda, sebagian kawan-kawan anda pake merk apa ? pilih merk yang sama dengan mereka , gampang tukar pinjam lensa dan aksesoris pendukungnya.
3.       Lensa dan aksesoris pendukung.
Selain Lensa Kit yang merupakan bawaan dari pembelian kamera, maka lensa tambahannya yang paling cocok bila dana anda sangat terbatas adalah Lensa Fix 50. Lensa fix jenis inilah yang saat ini jadi seperti “Lensa Sejuta Umat”, karena harganya yang relative murah namun hasilnya sangat memuaskan.
4.       Masih Ada Sisa Dana Lebih ?
Setelah merk dan tipe sudah ditentukan, tapi ternyata masih ada dana lebih, maka Eksternal Flash /Speedlite, Tripod, remote shutter bisa jadi pertimbangan untuk anda beli.


Salam
  S. Tioss H.